Arba’in Nawawi #5 Bid’ah

Ngaji Ramadhan
Kitab Arba’in Nawawi
Bersama Dr. Mahsun Mahfudz., M. Ag
# 5 Bid’ah
Hadits ke-5 Kitab Arba’in Nawawi
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ]
“Dari Ummul Mu’minin ; Ummu Abdillah; ‘Aisyah Radhiyallahu’anha dia berkata : Rasulullah Sallahu’alaihu wa Sallam bersabda:”siapa yang mengada-ada dalam urusaan (agama)kami ini yang bukan bagian darinya, maka dia tertolak.” (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Musliam disebutkan :”siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka dia tertolak.”
Dalam hadits diatas menjelaskan mengenai perkara bid’ah. Bid’ah merupakan suatu perkara yang dikerjakan tidak sesuai contoh yang sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan. Terdapat dua macam bid’ah, yaitu :
1. Bid’ah madzmumah, yaitu bid’ah yang tidak didasarkan pada dalil syar’i. Seperti yang dijelaskan pada hadits diatas bahwa siapa yang melakukan amalan yang tidak dicontohkan maka amalannya akan kembali pada pelakunya atau ditolak.
2. Bi’ah mahmudah, yaitu bid’ah yang membawa kepada kemaslahatan atau kebaikan. Misalnya mobil atau montor, didalam zaman nabi belum terdapat montor maupun mobil. Namun karena membawa kebaikan untuk mempermudah perjalanan manusia maka hal tersebut diperbolehkan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *