Arba’in Nawawi #4 Proses Penciptaan Manusia dan Takdir

Ngaji Ramadhan
Kitab Arba’in Nawawi
Bersama Dr. Mahsun Mahfudz., M. Ag
#4 Proses Penciptaan Manusia dan Takdir
Hadits ke-4 berbunyi :
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
“Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan terpercaya: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya diperut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits ke-4 ini dijelaskan mengenai proses awal diciptakannya manusia. Manusia diciptakan mulai dari setetes mani sampai menjadi segumpal darah yang kemudian ditiupkan ruh didalamya bersamaan dengan takdirnya.
Takdir manusia dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Takdir Mubram, yaitu Takdir yang tidak dapat dirubah oleh siapapun karna yang tau hanya Allah SWT seperti kematian, jodoh dan rizki.
2. Takdir Muallaq, yaitu ketentuan Allah yang sudah tercatat di Lauhul Mahfudz yang bisa dirubah karena usaha manusia.
Dalam hadits diatas telah dicontohkan bahwa seseorang yang dari kecil adalah orang yang baik dan ahli ibadah. Namun, pada saat umurnya sudah tua dan menginjak waktu ajalnya dia malah melakukan perbuatan layaknya penghuni neraka, maka berdasarkan ketentuan dia masuk ke dalam neraka. Begitu pula sebaliknya orang yang pada masa hidupnya adalah seorang ahli neraka juga bisa masuk surga apabila dia melakukan amal baik sebelum detik-detik ajal menjemputnya. Jadi, jangan banga terhadap ibadah yang telah kita lakukan karna hakikat surge dan neraka hanya milik Allah SWT. Kita boleh merasa takut masuk neraka tapi kita tidak boleh putus asa untuk mengharap surga-Nya Allah SWT.
“Kematian adalah teka teki yang tidak bisa
ditebak oleh siapapun.”
-Dr. K. Mahsun Mahfudz., M. Ag

Arba’in Nawawi #3 Rukun Islam

Ngaji Ramadhan
Kitab Arba’in Nawawi
Bersama Dr. Mahsun Mahfudz., M. Ag
#3 Rukun Islam
Hadits ke-3 dalam kitab Arba’in Nawawi menjelaskan perkara rukun islam. Rukun islam merupakan pondasi dalam agama islam.
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُوْلُ: «بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ» رَوَاهُ البُخَارِي وَمُسْلِمٌ.
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin ‘Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Islam dibagun di atas lima hal: syahadat lâ ilâha illâllâh dan Muhammadur Rasûlûllâh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.” (HR Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no 16)
Dalam hadits kedua kemarin, telah dijelaskan mengenai islam, iman, dan ihsan. Bahwa islam adalah ketika seseorang mengucakan syahadat lâ ilâha illâllâh dan Muhammadur Rasûlûllâh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan. Namun, dalam hadits ke-3 ini diperjelas lagi bahwa kelima perkara tersebut merupakan rukun islam atau pilar-pilar yang membangun islam. Islam disini diibaratkan sebagai rumah, rumah tersebut bisa dikatakan sempurna jika telah sempurna semua bagunan dan pilar-pilarnya.
“Barangsiapa yang mengerjakan lima rukun islam Maka telah sempurna keislamannya.
Seperti rumah, telah sempurnalah semua bangunan dan pilar-pilarnya”
-Imam An-Nawawi-

Aksi IQSAN Mengabdi

Aksi IQSAN Mengabdi
Bulan suci yang dirahmati nan dinanti-nanti kini sedang dijalani. Bulan Romadhon, bulan perjuangan melawan hawa nafsu kemungkaran dan melestarikan budaya kebajikan. Di mana pintu neraka ditutup rapat-rapat dan pintu surga terbuka selebar-lebarnya. Allah SWT melipatgandakan pahala orang-orang dibulan suci ini. Lantas tanpa ragu lagi UKM IQSAN mencari keberkahan di bulan Romadhon kali ini. UKM IQSAN membuat rancangan program kerja di bulan ini untuk kemajuan dan mencari keberkahan.
Pembina UKM IQSAN Sukron Mazid., M.Pd mengharapkan bulan Romadhon ini menjadi bulan keberkahan dan IQSAN dapat semakin jaya, “Semua proker ataupun kegiatan Romadhon yang telah direncanakan kemarin, saya sangat berharap agar dapat dilaksanakan sesuai target dan bisa dikonsep dengan baik. Selain itu untuk bulan Romadhon ini UKM IQSAN harus bisa memaksimalkan kegiatan agar kita mendapatkan keberkahan dari bulan suci ini. Untuk Aksi IQSAN Mengabdi ini segera saja untuk dikonsep dan dilaksanakan dengan baik.”. Menindaklanjuti hal tersebut, IQSAN bergegas menyusun strategi dan menjalankannya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan UKM IQSAN adalah Aksi IQSAN Mengabdi. Aksi IQSAN Mengabdi merupakan salah satu kegiatan UKM IQSAN di bulan Romadhon. Kegiatan di mana anggota maupun pengurus beraksi untuk mengajarkan dan menyampaikan sedikit pengetahuannya.
Muhammad Abdur Rouf selaku ketua UKM IQSAN memberikan pengertian dan tanggapan lebih tentang “Aksi IQSAN Mengabdi”. Dia mendukung keberlangsungan kegiatan ini karena dirasa bisa dapat bermanfaat bagi orang lain dan untuk mengasah kemampuan anggota maupun pengurus dalam pengetahuan terutama dibidang religi, “Di bulan suci Romadhon ini, IQSAN yang notabenenya UKM yang bergerak di bidang ilmu Al-Qur’an dan seni religi seharusnya bisa memanfaatkan momentum bulan suci Romadhon ini secara maksimal dengan berbagai kegiatan contohnya ya aksi IQSAN mengabdi ini agar pengurus dan anggotanya bisa mendapatkan keberkahan, rahmat, dan magfirahnya Allah SWT”.
Aksi IQSAN Mengabdi dilaksanakan pada suatu masjid di perumahan Bumi Elo Mas tepatnya berada di Jalan Elo Jetis, Jetis, Pancuranmas, Kec. Secang, Kab. Magelang. Kegiatan ini disasarkan untuk anak-anak sekitar masjid tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung selama bulan Romadhon dengan berbagai materi yang mengasyikkan, tidak hanya materi saja melainkan diadakan sholawat bersama diiringi rebana serta nonton bareng film. Kegiatan dimulai dari pukul 16.00 hingga 17.20 WIB dengan jadwal yang telah ditentukan. Masyarakat sekitar pun menyambut dengan baik kegiatan ini, hal ini dibuktikan dengan ikut berpartisipasinya masyarakat dengan menyediakan takjil.
Selasa, 13 April 2021 merupakan hari pertama puasa dilaksanakan begitu pula pertama kalinya aksi IQSAN mengabdi bermula. Pengurus yang mengajar perdana adalah Syufaat. Kegiatan perdana ini dihadiri oleh kurang lebih 15 anak yang aktif. Materi yang disampaikan oleh Syufaat adalah rukun iman, di mana mereka diajarkan dan didampingi agar benar-benar paham dan hafal. Dengan mencoba setiap anak untuk menyebutkan rukun iman, menjadi penilaian seberapa masuknya materi yang disampaikan serta menambah keakraban.
Syufaat sebagai pengisi kegiatan tersebut merasa senang karena kegiatan positif ini dapat dilaksanakan, peserta pun dapat aktif sampai materi selesai, “Kegiatan ini positif, sebagai bentuk ibadah dan pengabdian masyarakat. Kegiatannya juga menyenangkan, anak-anak aktif membaur, tanya jawab nyambung, dan minat untuk belajar. Semoga kegiatan ini manfaat dan manfaati”. Di akhir kegiatan, anak-anak mengantre untuk mengambil takjil yang dilanjut dengan buka bersama. Aksi IQSAN Mengabdi untuk yang pertama kali berjalan dengan lancar.

Tolabul’ilmi adalah kewajiban hingga mati
Namun
Tidak ada ilmu yang abadi kecuali dibagi

Ngaji Ramadhan Part 2

Ngaji Ramadhan
Kitab Arba’in Nawawi
Bersama Dr. Mahsun Mahfudz., M. Ag
#2 Islam, Iman, dan Ikhsan
Hadits yang kedua dalam kitab Arba’in Nawawi menjelaskan mengenai islam, iman, dan ikhsan. Dalam hadits ini dijelaskan bahwa pada suatu hari malaikat Jibril As datang kepada Rasulullah SAW kemudian duduk diantara sahabat yang lain dan mengajarkan tantang tingkatan agama.
Yang pertama, jibril bertanya kepada Rasulullah mengenai apa itu islam. Kemudia Beliau menjawab bahwa islam adalah bersyahadat la illaha illallah dan muhammadur Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika mampu.
Yang kedua, kemudia jibril bertanya tentang iman. Lalu Rasulullah menjawab bahwa iman adalah menyakini adanya Allah SWT, para malaikat-Nya, para kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan ketentuan takdir baik maupun buruk.
Ketiga kalinya Jibril bertanya kepada Rasulullah tentang ikhsan. Beliau menjawab bahwa ihsan adalah ketika kita beribadah maka seolah-olah kita melihat Allah, dan jika kita tidak dapat melihat-Nya maka cukup percaya bahwa Allah melihat kita.
Tidak sampai disitu saja, Jibril kemudian bertanya lagi kepada Rasulullah mengenai kapan datangnya kiamat. Dan Rasulullah menjawa bahwa yang lebih tau tidaklain adalah Jibril sendiri. Untuk terakhir kalinya, malaikat Jibril bertanya mengenai bagaimana tanda-tanda datangnya kiamat. Rasulullah kemudia menjawab bahwa tanda-tanda kiamat yaitu ketika seorang budak wanita melahirkan majikannya, dan jika kita melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan pengembala kambing saling bermegah-megah meninggikan bangunan.
Dalam hadits tersebut kita belajar bahwa islam memiliki lima rukun yang merupakan amalan yang dilakukan anggota badan dan islam memiliki enam rukun yang merupakan amalan yang dilakukan oleh hati. Selanjutnya yaitu mengenai ihsan, ihsan adalah beribadah seakan-akan kita melihat Allah SWT dan apabila kita tidak mampu maka cukup mempercayai bahwa Allah hadir atau melihat disaat kita sedang beribadah kepada-Nya. Mengenai hari kiamat, kapan itu terjadi merupakan rahasia Allah SWT. Hari kiamat hanya memiliki tanda-tanda dan tanda-tanda tersebut sudah muncul dizaman ini. Oleh karena itu mari kita focus memperbaiki amal dan ibadah kita karna ajal datang tanpa kita tau kapan dan dimana.
“Kepercayaan harus dibuktikan dengan perbuatan bukan hanya sekedar lisan”
-Dr. K. Mahsun Mahfud, M. Ag-

Ngaji Ramadhan Part 1

Ngaji Ramadhan
Kitab Arba’in Nawawi
Bersama Dr. Mahsun Mahfudz., M. Ag
#1 Niat
Hadits pertama dalam kitab arba’in nawawi menjelaskan mengenai bab niat. Hadits ini turun ketika Nabi Muhammad SAW sedang melakukan hijrah ke Madinah (Hijrah ke-2). Pada saat sampai di kota Madinah, Rasululloh bertemu dengan seorang salah satu sahabat yang langsung menikah setelah hijrah. Dari Umar bin Khatab, Rasululloh SAW bersabda :
عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Artinya : “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.” (HR. Bukhari) [ No. 54 Fathul Bari] Shahih.
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa suatu amal perbuatan itu tergantung dengan apa yang diniatkan. Jika seseorang berhijrah karena patuh terhadap perintah Allah SWT, maka ia akan mendapatkan ganjaran atau pahala. Tetapi, jika ia berhijrah hanya kerena ingin menikah atau hanya menginginkan kebahagian dunia, maka hijrahnya hanya sebatas apa yang niatkan tersebut.
Niat merupakan suatu hal yang penting. Mengapa penting ? karena dengan adanya niat maka kita dapat membedakan mana yang merupakan kebiasaan dan mana yang merupakan ibadah. Misalnya, kita makan hanya karna lapar dan supaya kenyang akan berbeda jika kita niatkan makan agar kuat menahan lapar satu hari penuh untuk berpuasa. Selain itu, niat juga untuk membedakan ibadah satu dengan ibadah yang lain.
Kunci diterima suatu niat adalah ketika kita mampu untuk ikhlas. Ikhlas adalah membenarkan kebenaran Allah SWT lalu menghadirkannya dalam hati bahwa apa yang dilakukan semata-mata hanyalah untuk Allah SWT. Jika kita ikhlas namun kita bicara bahwa kita sudah ikhlas itu namanya bukan ikhlas. Karena ikhlas itu adanya didalam hati bukan dimulut.
“Dilem yo ra bangga, dicacat yo ra susah”
“Dipuji tidak bangga, dihina tidak susah”
-Dr. K. Mahsun Mahfud, M. Ag-

Rutinan Pembacaan Mawalid

MAGELANG – Budaya ada karena suatu kebiasaan yang diadakan oleh suatu kelompok. Dianggap budaya karena sudah mendarah daging di runtutan aktivitas suatu kelompok tersebut, begitu pula budaya yang dibangun oleh UKM IQSAN. Dengan berbau keislaman dan kesenian Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana (IQSAN) Jum’at (2/4) menyelenggarakan kegiatan rutinan Jum’at yaitu mawalid untuk menambah kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Lokasi kegiatan rutinan Jum’at berpindah-pindah dan menyesuaikan dengan keadaan. Kegiatan rutinan Hari Jum’at tersebut dihadiri oleh para pengurus dan anggota dari UKM IQSAN Universitas Tidar.

Rutinan Jum’at kali ini berlokasi di rumah salah satu pengurus IQSAN yaitu di Kampung Ngembik Kidul, Kramat Selatan, Kota Magelang. Rutinan kali ini dihadiri oleh sekitar 30 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dan yang bertugas sebagai pembawa acara adalah Raysha Kumala Zein. Diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh Rahmat Fauzi. Setelah tahlil kemudian ada sambutan dari ketua UKM IQSAN Untidar atau yang mewakili, kali ini diwakili oleh Siti Kumawati yang merupakan wakil ketua UKM IQSAN Untidar. Selanjutnya adalah pembacaan mawalid yang dipimpin oleh Sufaat dan diiringi oleh divisi rebana UKM IQSAN Untidar. Acara terakhir yaitu doa dan penutup, acara berakhir sekitar pukul 15.00 WIB.

Selain untuk menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, Rutinan Jum’at ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar pengurus dan anggota UKM IQSAN Untidar. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan seperti akan terus berjalan karena membawa banyak manfaat yang positif.

Rebana IQSAN UNTIDAR memeriahkan Resepsi Pernikahan Mas Adi dan Mba Eva

Rebana IQSAN UNTIDAR Ikut Memeriahkan Acara Resepsi Pernikahan Mas Adi dan Mba Eva

إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
“Innalloha wa malaikatahu yusholluna ‘alannnabi yaa ayyuhalladzina aamanu shollu ‘alaihi wasallimu tasliman”

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (Al-Ahzab/33: 56)

Sebagai seorang hamba Allah yang mencintai baginda Nabi Agung Muhammad SAW, kita diperintahkan untuk senantiasa bersholawat kepada rasulullah sebagai bukti kecintaan kita kepada beliau. Sholawat dapat dilantunkan secara individu maupun bersama-sama. UKM IQSAN UNTIDAR sebagai organisasi kegiatan mahasiswa yang berfokus pada Ilmu Al Qur’an dan Seni Rebana turut melakukan safari maulid dengan pembacaan sholawat baik di lingkungan kampus maupun luar kampus.

Tepat pada tanggal 21 Maret 2021, rebana UKM IQSAN diundang untuk memeriahkan resepsi pernikahannya Mas Adi dan Mba Eva yang berlokasi di Dusun Cetokan, Desa Candiretno, Kec. Secang, Magelang, Jawa Tengah dengan membacakan latunan sholawat Nabi. Eva Rahmawati atau lebih dikenal dengan Mba Eva, dulunya merupakan alumni dari Universitas Tidar. Selain itu, Mba Eva juga merupakan anggota dan demisioner pengurus komunitas Ar-Ribathul Musthofa (ARM).
Rebana UKM IQSAN mulai tampil dengan check sound yang diisi dengan beberapa lagu. Kemudian setelah berselang beberapa menit, rebana UKM IQSAN tampil lagi dengan membawakan maulid Diba’ dan beberapa sholawat sampai dengan pembukaan acara dimulai.

Pembukaan acara pun dimulai oleh pembawa acara (Pranoto Adicoro) pada pukul 10.00 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh salah satu dari personil rebana UKM IQSAN yakni saudara Sufa’at. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan serangkaian upacara Tongkat Pora yang dilakukan oleh Pengurus Ranting IPNU dan IPPNU Candiretno. Upacara Tongkat Pora tersebut di instrukturi langsung oleh ketua PAC IPPNU Kecamatan Secang yaitu rekanita Anis Khusniyati dan kemudian diisi oleh acara serah-serahan pengantin serta diakhiri dengan mauidzotul hasanah oleh Bapak Kyai Muhammad Ridwan.

Pernikahan merupakan salah anjuran dari Allah SWT dan baginda agunh Nabi Muhammad SAW kepada seluruh manusia.
“Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat)” (HR. Ibnu Majah).Tujuan utama pernikahan dalam Islam ialah untuk beribadah (melaksanakan sunnah rosul) dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat (berzina).

“Mulai wingi tanggal 16 Maret 2021 lebare Mas Adi ngucap Qobiltu Nikachahaa…., Mas Adi kalian Mba Eva wes sah lan resmi dadi suami istri menurut agomo lan negoro” Ujar Kyai Muhammad Ridwan dalam mauidzohnya dengan menggunakan bahasa jawa. Selain itu beliau juga berpesan kepada kedua mempelai pengantin baru “Dadio keluarga sek guyup rukun lan Nrimo ing pandumane. Sepiro wae rizki sek diterimo Mas Adi, Mba Eva yo nek iso sek Nerimo”

Pembacaan sholawat oleh grup rebana UKM IQSAN berlanjut kembali setelah penutupan acara selesai sembari mengiringi para tamu undangan menikmati hidangan yang disediakan oleh panitia dan berlanjut sampai sesi foto-foto dengan pengantin berakhir.

“Semoga kedua mempelai pengantin (Mas Adi & Mba Eva) menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah, senantiasa diberikan perlindungan dan kemudahan dalam membangun keluarga” ujar Mukhammad Abdur Rouf selaku Ketua Umum UKM IQSAN disela-sela bertemu dengan pengantin dan keluarganya.

Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dan meriah. Sekain itu rebana UKM IQSAN tampil dengan maksimal dengan membawakan berbagai sholawat dan pembacaan maulid diba’i.Demikianlah serangkaian acara pembacaan sholawat oleh grup rebana UKM IQSAN dalam rangka memperingati resepsi pernikahan Mas Adi dan Mba Eva yang berlangsung di desa Candiretno, Kec. Secang, Kabupaten Magelang.

Peringatan Isra’ Mi’raj Ukm IQSAN Untidar

  • Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana Universitas Tidar (UKM IQSAN UNTIDAR), Kamis (11/3) menggelar acara tahlil dan maulidurasul dalam rangka peringatan hari besar Islam yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw memiliki makna tersendiri bagi umat Islam. Isra’ merupakan simbol dari misi pembersihan hati dan jiwa sebagai hamba-Nya yang ber- Akhlaqul Karimah seperti Rasulullah serta akhlak yang baik dan terpuji dalam suatu norma hubungan antar sesama manusia, dengan Tuhan Yang Maha Esa serta alam semesta. Adapun mi’raj nya Nabi Muhammad saw memiliki makna religi bahwasanya segala sesuatu mulai dari perkataan hingga perbuatan yang kita lakukan di dunia fana ini, akhirnya bermuara dan harus dipertanggung jawabkan kepada Allah. Isra’ Mi’raj tidak hanya sekedar peristiwa yang memiliki dimensi kekayaan spiritual, namun sarat dengan pesan-pesan kehidupan untuk mendorong sekaligus mengembangkan peradaban umat manusia.
    Acara peringatan Isra’ Mi’raj tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Ichsan yang bertempat di Wates, Magelang Utara, Kota Magelang. Acara yang berlangsung dengan lancar dan khidmat ini, diharapkan dapat menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad saw dan selalu mengingat peristiwa luar biasa yang dialami oleh Rasulullah. Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus dan anggota UKM IQSAN UNTIDAR serta pembina UKM IQSAN UNTIDAR yaitu Bapak Sukron Mazid, S.Pd., M.Pd.

    Agenda yang bertujuan untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw tersebut dimulai pada pukul 11.00 WIB. Pembawa acaranya adalah Farida yang dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Mas Sufaat. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an selesai kemudian dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh Mas Ri’am. Berikutnya adalah sambutan dari Bapak Pembina yaitu Bapak Sukron Mazid, S.Pd., M.Pd. dan juga sambutan dari ketua umum UKM IQSAN UNTIDAR yaitu Mas Abdur Rouf.

    “UKM IQSAN UNTIDAR harus terus mengagendakan program dan acara-acara lain yang positif seperti ini secara berkelanjutan dan juga diharapkan UKM IQSAN UNTIDAR terus menggali potensi dan bakat dari anggotanya untuk lebih dikembangkan lagi untuk kemajuan UKM IQSAN UNTIDAR” tutur Bapak Sukron Mazid Sukron Mazid, S.Pd., M.Pd. selaku pembina UKM IQSAN.

    Ketika memasuki waktu sholat dzuhur sekitar pukul 12.00 WIB acara dihentikan sejenak untuk melakukan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu sholat dzuhur terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatan. Setelah itu peserta juga diberi kesempatan sejenak untuk istirahat dan menikmati hidangan yang telah disediakan sebelumnya.
    Setelah melakukan sholat dzuhur dan istirahat serta menikmati hidangan atau biasa disebut dengan istilah “ishoma” maka para peserta berkumpul kembali untuk melanjutkan acara tersebut. Pembacaan maulidurasul dilakukan dengan khidmat dan dilantunkan dengan indah oleh para anggota dari divisi rebana UKM IQSAN UNTIDAR.

    Setelah selesai pembacaan maulidurasul maka agenda yang terakhir adalah penutupan dan doa yang dilakukan secara khusyuk. Tepat pukul 14.00 WIB acara tahlil dan maulidurasul dalam rangka peringatan hari besar Islam yaitu Isra’ Mi’raj yang diagendakan oleh UKM IQSAN UNTIDAR telah berakhir dengan baik dan lancar.

Majlis Online [Skenario Allah Swt Yg Terbaik]

Majlis Online
————————-
Skenario Allah Swt Yg Terbaik
———————————————————
بسم الله الر حمن الر حيم

Manusia selalu dihadapkan dengan kenyataan yang kadang tidak sesuai dengan harapan. Mereka selalu mengeluh dengan kehidupannya. Padahal pada hakikatnya kehidupan manusia itu berputar, berkelok dan tidak selalu mulus. Nikmat kecil sering kali dilupakan, mereka terlalu terbuai dengan kehidupan yg mereka harapkan. Mereka tidak sadar bahwa Allah telah menyiapkan takdir yang begitu indah melebihi apa yg mereka harapkan. Allah Swt telah berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Marilah kita imani ayat tersebut dengan senantiasah bersyukur dan qona’ah dengan segala ketetapan yg telah Allah Swt berikan. Hati akan lebih tenang, nyaman dan jauh dari keresahan apabila kita telah ikhlas menyerahkan takdir kepada Allah Swt.

#ukmiqsanuntidar
#salamistiqomah
#majlisilmu
#majlisonline
#jadilebihbaik
#penyebarkebaikan

Pelantikan dan Rapat Kerja UKM IQSAN Universitas Tidar

KOTA MAGELANG – UKM IQSAN Universitas Tidar kembali menggelar acara yang menjadi pondasi berjalannya seluruh kegiatan yang ada di UKM IQSAN pada Sabtu, (27/02/2021). Kegiatan tersebut merupakan agenda yang selalu ada di setiap ORMAWA, yakni Pelantikan dan Rapat Kerja. Hingga pukul 21.09 UKM IQSAN melaksanakan kegiatan tersebut dengan hikmad.

Acara yang tergelar di BLK SMK IT Ma’arif Kota Magelang dihadiri oleh Pembina, KAMADAR (Keluarga Alumni Arribatul Musthofa dan UKM IQSAN Untidar), dan pengurus UKM IQSAN periode 2021. Acara ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari para pembina karena dalam penyelenggaraan acara tersebut, UKM IQSAN tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi.

Tentu saja acara yang dilaksanakan adalah pelantikan pengurus dan rapat kerja. Pelantikan pengurus yang dilantik oleh Ketua, dengan pembacaan ikrar, dilanjut dengan foto kepengurusan.
Guna mempersingkat dan memaksimalkan waktu, UKM IQSAN sekaligus melakukan rapat kerja. Dimana seluruh divisi memaparkan dan mepresentasikan program-program kerja yang akan dilaksanakan pada satu periode ke depan.

“Mengapa harus dilantik? Meski sudah tau tupoksi dan tugasnya setiap pengurus tetap harus dilantik dengan tujuan adanya rasa diakui secara formal dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya selama satu periode ke depan”, ujar Mukhammad Abdur Rouf selaku ketua UKM IQSAN periode 2021.

Diadakannya pelantikan dan rapat kerja ini akan menjadi gerbong pertama perjalanan kepengurusan, entah itu akan berupa pujian atau hantaman. Dengan diadakannya acara ini diharapkan dapat meminimalisir ancaman yang mungkin akan terjadi dan memperlancar tujuan dari UKM IQSAN, tambahnya.

Novitasari, M.Pd selaku pembina 2 ikut serta memberikan harapan dan motivasi dalam sambutannya, ” UKM IQSAN Periode 2021 harus semakin kompak dan bekerjasama karena tanggung jawab yang diemban bukanlah untuk satu pengurus akan tetapi untuk semua pengurus. Semua pengurus UKM IQSAN harus saling membantu dan bertanggungjawab atas amanah yang diberikan sehingga kedepanya UKM IQSAN menjadi lebih baik lagi”.

Selain itu, Pembina 1 Sukron Mazid.M.Pd. ketika berjalannya rapat kerja sempat menyampaikan motivasinya kepada pengurus, “Pengurus UKM IQSAN sekarang harus berani berjalan bersama-sama dengan pembina 1 dan 2, karena ukm iqsan saat ini harus mau berbenah untuk menyongsong tahun depan yang lebih baik lagi”.

Mulai saat itulah, pengurus UKM IQSAN periode 2021 resmi dan leluasa menjalankan kewajibannya.