DIKSRI 2

Pendidikan Seni Religi 2 UKM IQSAN UNTIDAR Tahun 2022


DIKSRI II merupakan singkatan dari (Pendidikan Seni Religi II) UKM IQSAN UNTIDAR merupakan pendidikan dan pelatihan dasar bagi anggota UKM IQSAN UNTIDAR. Kegiatan DIKSRI II UKM IQSAN UNTIDAR bertema “ Membentuk Calon Organistor yang profesional dan Berkontribusi Aktif dalam Organisasi”. Kegiatan ini merupakan pendidikan dan pelatihan dasar bagi anggota UKM IQSAN UNTIDAR. Kegiatan in I dilaksankan oleh pengurus IQSAN UNTIDAR periode 2022/2023. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pondasi dasar bagi anggota dalam berorganisasi berdasarkan budaya organisasi seni religi dan budaya islami.

Pelaksanaan secara Online pada hari Sabtu, 2 April 2022, melalui Zoom Meeting Room untuk peserta dan berada di Perpustakaan Universitas Tidar untuk panitia.

Kegiatan ini diikuti oleh :

  • Peserta DIKSRI II ini merupakan anggota UKM IQSAN UNTIDAR angkatan 2020 dan 2021 serta para pengurus UKM IQSAN yang belum mengikuti DIKSRI II. Jumlah peserta yang mengikuti DIKSRI II terdapat 60 melalui zoom meeting room.
  • Pemateri DIKSRI II ini ada 3 yaitu Abbet Nugroho ( Budayawan), Ahmad Khitamur Rusul/ Gus Amur (Ketua Seni Religi 2021 Universitas Brawijaya) dan Siti Kumawati (Demisioner UKM IQSAN UNTIDAR)
  • Panitia yang hadir terdapat 45, 28 panitia hadir offline dan 17 panitia hadir secara online.
  • Pembina UKM IQSAN yang mengikuti yaitu Bapak Daniel Fahmi Rizal.
  • Ketua UKM IQSAN yaitu Yusna Hidayat.
  • KAMADAR atau keluarga alumni Aribatul Mushtofa dan UKM IQSAN UNTIDAR.

Dalam sambutannya saudari Lulu Dewi saputri selaku ketua panitia mengucapkan kepada panitia yang telah mempersiapkan acara dengan baik. Serta kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan DIKSRI II. Diharapkan peserta dapat memperhatikan dengan baik materi yang telah disampaikan. Dalam sambutannya saudara Yusna Hidayat selaku Ketua Umum UKM IQSAN UNTIDAR mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia yang telah mempersiapkan acara DIKSRI II dengan baik. Kemudian kepada para peserta atas antusiasnya mengikuti DIKSRI II ini. Sambutan oleh pembina UKM IQSAN yaitu Bapak Daniel Fahmi Rizal yaitu juga ucapan terima kasih kepada para panitia dan peserta DIKSRI II. Bapak Daniel sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara DIKSRI II ini. Dan apabila terdapat kekurangan hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam sebuah acara. Kemudian beliau juga mengharapkan acara ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dalam berorganisasi khusunya bagi diri sendiri.

Beberapa Pembahasan yang disampaikan oleh Pemateri adalah sebagai berikut :

  1. Abbet Nugroho ( Menjalin Kekuatan, Kekeluargaan, melalui budaya organisasi)

Penyampaian Materi dari Abbet Nugroho

Budaya orgnaisasi adalah karakteristik dari sutau organisasi atau hal yang menjadi ciri khas dari suatu organisasi. Contohnya perilaku, bahasa, atau gaya pakaian yang mencritakan suatu organisasi. Pentingnya budaya organisasi  yaitu memahami dari karakteristik diri senidir sebelum mengenal karakteristik orang banyak. Tentu adanya perbedaan orang yang ikut berorganisasi maka kita juga harus saling memahami dan belajar budaya dari banyak orang. Yang paling penting dalam kebudayaan dalam sebuah organisasi kita harus saling menjalin kebersamaan. Kemudian kita juga harus tertib administrasi.

Pertanyaan :

  • Shofiyudin Ali Ahmad : Jika ada pertentangan budaya dengan UKM lain bagaimana cara menanggapinya ?

Jawaban : kita harus kembalikan terlebih dahulu , selama berada pada jalur yang benar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku kita lanjutkan saja.

  • Akhmad Wahyudin Sidik : Budaya organisasi menjadi karakteristik tersendiri utk suatu ukm. Apakah budaya tersebut bisa diterapkan jika kita berkunjung ke ukm lain? Atau cara yang baik berkunjung ke UKM lain bagaimana?

Jawaban : Meningkatkan rasa memahami antar sesama dan saling memaafkan dengan orang lain. budaya tertib organisasi yang harus kita budayakan bersama-sama.

  1. Ahmad Khitamur Rusul (Mengembangkan Jiwa kepemimpinan Pada Organisasi Keagamaan)

 Penyampaian materi ke-2 oleh Ahmad Khitamur Rusul 

Dalam hadist riwayat bukhori dan muslim  bahwa setiap diri kita adalah pemimpin. Kemudian fungsi setiap pemimpin yaitu didepan memberi contoh, ditengah membangun, dan dibelakang memberi dorongan. Adapun sifat pemimpin adalah luwes (keharmonisan) teges tegas dalam pemecahan masalah kondisi keagamaan. Kemudian komunikasi dan keputusan. Batas kepemimpinan (Directing, Influencing, lobbying).

Pertanyaan :

  • Akhmad Wahyudin Sidik : Bagaimana cara untuk menumbuhkan tanggung jawab dan kesadaran diri dalam diri kita yg jadi anggota organisasi dan nantinya akan menjadi pengurus ?

Jawaban : Rasa ketertarikan dan harus ada target dalam organisasi

  • Suci safitri : mengenai kepemimpinan. Bagaimana cara kita mengontrol ego dalam diri yang mana dalam diri ada keinginan dan kewajiban yang harus dilakukan dalam suatu kepemimpinan untuk penerapan secara nyata di organisasi.

Jawaban : Mampu mengontrol ego kita.

  • Irka Lestari : Setiap individu adalah seorang pemimpin. Bagaimana cara supaya jiwa pemimpin dalam diri setiap individu bisa terupgrade menjadi hal positif baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dan bagaimana cara kita menumbuhkan sikap disiplin berorganisasi dengan jiwa kepemimpinan tersebut?

Jawaban : Harus ada tuntutan dan harus dipaksa maka kita kan terbiasa bersikap disiplin.

  • Lucki : bagaimana menyikapi rekan organisasi yang belum/tidak mau beradaptasi dengan gaya kepemimpinan seseorang berdasarkan pengalaman gus tamur sendiri?

Jawaban : melakukan pendekatan dengan komunikasi dan membuktikan apa yang dipresepsikan itu tidak benar. ketika sudah seperti itu tapi tetap tidak mau beradaptasi maka tinggalkan.

  1. Siti Kumawati (Keprofesionalitasan dalam berorganisasi dan Pentingnya mengabdi pada profesi)

Penyampaian materi ke-3 oleh Siti Kumawati

Profesional yaitu cara, profesi orangnya, dan organisasi adalah wadahnya. Profesional adalah seorang ahli dalam profesinya yang ditandai dengan adanya kepandaian khusu, memiliki sikap disiplin dan kerja keras, serta tekun dalam menjalankannya.

Secara umum profesi adalah suatu bidang pekerjaan mencari nafkah yang harus dilandasi oleh pendidikan keahlian sebagi aktualisasi aktivis intelektual.

Didalam Orgnisasi sikap profesional harus dimiliki setiap orang yang menjalankan organisasi sesuai dengan keahlian atau kemampuan yang dimiliki. Seorang anggota organisasi dapat memposisikan dirinya agar mampu memahami tugas dan tanggung jawab. Yaitu dalam lingku 1. Keterampilan dan kemahiran; 2. Ilmu dan pengalaman; 3. Keterarahan; 4. Kemandirian.

Pertanyaan :

  • Irka Lestari : Seperti yang njenengan sebutkan tadi bahwa Profesional berkaitan dengan rasa objektifitas daripada subjektifitas. Lalu, bagaimana menurut Mbak Kuma agar kita bisa menempatkan diri kita sesuai pada posisinya sehingga bisa tetap profesional berorganisasi meskipun seperti pada saat ini banyak kegiatan yang dibatasi karena pandemi covid. Lalu, yang kedua bagaimana menurut Mbak Kuma cara yang paling tepat disaat diri kita berorganisasi dan kita berada pada tahapan dimana kita merasa capek atau mungkin kita sedang mencoba dalam suatu target yang diharapkan namun target tersebut belum bisa tercapai.

Jawab : Kita harus bisa memposisikan diri, jika sebagai anggota akan mudah akan tetapi jika sebagai pengurus tentu akan sulit. Dalam hal ini akan menyanngkut izin orang tua jika harus berkontribusi secara langsung dalam kegiatan UKM IQSAN. Kita harus bisa beusaha bertanggung jawab sebisa mungkin. Yang terpenting adalah niatnya.

  • Izzudin Abdul F : Bagaimana sikap minimal seorang yang dianggap profesional jikalau orang tersebut masih awam dengan organisasi ?

Jawaban : Profesional seseorang dilihat dalam bidang apa terlebih dahulu. Profesional tidak ada tolak ukur yang asli.

          Kegiatan Diksri 2 tidak hanya berhenti sampai di sini, akan tetapi di lanjutkan dengan kegiatan offline yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada hari Kamis, 7 April 2022.


Penulis : Ofi Laili Nur Shochifah
Editor   : Malikatun Nasikhah

Selapanan

Menyambut Bulan suci Ramadhan dengan Meningkatkan Ketaqwaan


KOTA MAGELANG – Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an Dan Seni Reban Universitas Tidar (UKM IQSAN UNTIDAR), kembali menggelar acara Zarah dan Selapanan pada Hari Sabtu, (26/03/2022). Acara tersebut dilawali dengan Ziarah terlebih dahulu di Makam Kyai Syekh Subakir tepatnya berada di Gunung Tidar, Magelang. Sementara untuk Selapanan diadakan di rumah salah satu pengurus UKM IQSAN yaitu Rumah  Mbak Muya yang berada di Jaranan,Magelang . Acara tersebut berjalan dengan lancar dan khidmat, dengan adanya acara tersebut diharapkan dapat selalu menyambung silaturahmi antar pengurus dan anggota.

Foto Kegiatan Ziarah di Gunung Tidar

Agenda Ziarah dimulai pada pukul 10.30 WIB. Sebelumnya peserta berkumpul di area parkir Gunung Tidar dan berjalan bersama-sama menuju tempat ziarah. Setelah acara ziarah selesai dilanjutkan pemberangkatan ke rumah Mbak Muya di Jaranan sekitar 15 menit dari tempat ziarah. Sebelum acara dimulai, peserta dipersilahkan melakukan istirahat dan ibadah sholat dzuhur terlebih dahulu.

Foto Bersama di Gunung Tidar

Setelahnya, acara selapanan dimulai pada pukul 13.00 WIB. Petugas pembawa acaranya adalah Mbak Widya dari Anggota UKM IQSAN 2021 yang sangat bagus dalam membacakan serangkaian susunan acara Selapanan. Acara dimulia dengan pembukaan dan dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Mas Rifqi selaku ketua Divisi Tartil Tilawah. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an selesai, kemudian dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh Mas Malik Anggota UKM IQSAN 2021.

Maulidho Khasanah oleh Al Habib Umar bin Yahya

          Berikutnya adalah Mauidho Khasanah yang dibawakan oleh Al Habib Umar bin Yahya dari Jaranan, kelurahan Rejowinangun Utara, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang yang tak jauh dari rumah Mbak Muya. Sedikit ringkasan dari Mauidhoh Hasanah yang beliau sampaikan adalah Bulan Ramadhan adalah bulan dimana orang bisa berkesempatan untuk memperbaiki diri dengan lebih baik lagi. Dan orang yang tidak mau belajar adalah orang yang kejam terhadap diri sendiri. Selain Itu Beliau juga berpesan terkait dengan membaca sholawat yaitu Bersholawat itu waktunya bermunajat, jadi hadirkan Rasulullah di dalam hati kita. Setelah penyampain Mauidho khasanah dari beliau dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Simtuduror yang di pimpin oleh Habib Umar sendiri dengan di iringi Tim Rebana dari Divisi Rebana sampai dengan acara selesai.

Foto bersama setelah serangkaian acara Selapanan

          Ketika memasuki waktu sholat ashar sekitar pukul 15.00 WIB acara dilanjutkan dengan melakukan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu sholat ashar terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatan. Setelah itu adalah acara penutup, acara pada kesempatan kali ini yang dilaksanakan oleh Divisi Majelis UKM IQSAN Untidar berjalan dengan lancar dan tertib. Semoga dengan acara Rutinan Selapanan Yang diadakan oleh UKM IQSAN UNTIDAR dapat berjalan secara istiqomah dan mendapatkan kebarokan dari para Ulama-ulam. Aamiin ya Robbal a’lamin


Penulis : Rizqi Nur Hanifah
Editor   : Malikatun Nasikhah

HARLAH UKM IQSAN UNTIDAR YANG KE-2

Puncak Harlah UKM IQSAN UNTIDAR KE-2 bersama K. H Utsman Ali dan Habib Fata Zahir Al-Attas


HARLAH UKM IQSAN UNTIDAR yang ke-2 terselenggara dengan berbagai serangkaian kegiatan. Hal ini sebagai wujud rasa syukur seluruh anggota dan pengurus UKM IQSAN atas keberkahan UKM yang telah menginjak usia 2 tahun. Serangkaian acara yang pertama yaitu  IQSAN Ziarah auliya zona Jawa Timur yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 Januari 2022.

Foto bersama di Museum K.H. Hasyim As’ari, Tebuireng

        Kemudian dilanjutkan dengan Tasyakuran dan maqoman ke makam K.H. Ma’shum Punduh Kidul yang diselenggarakan bersamaan dengan hari lahir UKM IQSAN yaitu tanggal 14 Februari. Tasyakuran ini digabungkan dengan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H/2022 M bersama Habib shodiq Basyaibah dengan tema “Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Kaum Milenial di Era Digital”.

Foto kegiatan sholawatan dalam acara tasyakuran

        Puncak acara HARLAH UKM IQSAN UNTIDAR KE-2 bersama K. H. Utsman Ali dan Habib Fata Zahir Al-Attas, yang diselenggarakan di balai desa Dlimas, Kec. Tegalrejo, Kab. Magelang pada tanggal 19 Februari 2022. Acara dihadiri oleh pengurus, anggota, serta Kamadar. Ketua Panitia, Farich Shidana, mendoakan semoga acara lancar dan berterimakasih sudah mengikuti serangkaian acara HARLAH UKM IQSAN UNTIDAR. Didalam serangkaian acara puncak, terdapat sertijab secara simbolis yang dilaksanakan oleh M. Abdur Rouf sebagai ketua UKM IQSAN Untidar 2021/2022 dan Yusna Hidayat sebagai mandataris ketua UKM IQSAN Untidar 2022/2023.

Pemotongan tumpeng oleh Habib Fata Zahir Al-Attas

        Habib Fata Zahir Al-Attas menasehati mahasiswa UKM IQSAN UNTIDAR supaya selain mengurusi organisasi ia tidak melupakan kuliahnya, juga atas pandangan wayang yang diperbolehkan bahkan dahulu digunakan para wali terutama Sunan Kalijaga dalam mendakwahkan agama islam juga intinya asal niat utamanya tidak melihat yang menimbulkan zina, dan lain sebagainya. Dengan Habib Fata Zahir Al-Attas yang mengumandangkan sholawat membuat hawa kala itu terasa sangat indah, apalagi saat mahalul qiyam, masyaAllah.

        Disusul Mauidhoh Hasanah dari K. H. Utsman Ali yang membuat kami memiliki sesuatu yang baru dalam hati atau bahkan sekedar mengingatkan sesuatu yang bisa mendekatkan kami kepada sang ilahi. Ada beberapa kata yang bisa menjadi intinya serupa “Hidup itu kebiasaan, maka biasakanlah hidup baik. (Biasakan kalau nggak penting jangan keluar). Keluar mencari ilmu. Orang sukses mergo kreatif, rajin, istiqomah. Kudu sholat, mergo sholat iku sumber kebahagiaan, sumber ketenangan, sumber kesuksesan. Mulo sholato sing tenanan. Sumber kebahagiaan adalah dekat dengan Allah”. Disusul dengan doa.


Penulis : Sovi Puji Utami
Editor   : Malikatun Nasikhah

HARI SANTRI NASIONAL 2021

Apel Virtual Kebangsaan Dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional
KOTA MAGELANG – Santri Siaga Jiwa Raga merupakan slogan untuk memperingati Hari Santri Nasional 2021. Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an Dan Seni Rebana Universitas Tidar (UKM IQSAN Universitas Tidar) kembali menggelar acara untuk memperingati Hari Santri Nasional 2021 pada Hari Jum’at, (22/10/2021). Kegiatan tersebut dikemas dalam berbentuk Apel Kebangsaan yang dilaksanakan secara virtual. “Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud dukungan penuh atas peran pentingnya santri untuk kemerdekaan dan keutuhan serta pertahanan Bangsa Indonesia. Selain itu sebagai wujud rasa syukur dan dukungan penuh atas keberadaan santri yang ada di Kota Magelang, terutama yang sedang belajar di Universitas Tidar” ujar Mukhammad Abdur Rouf selaku ketua UKM IQSAN periode 2021.
Apel Kebangsaan secara virtual ini dimulai dari pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 09.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh 50 orang yang terdiri dari Dosen, KAMADAR (Keluarga Alumni Arribatul Musthofa dan UKM IQSAN Untidar), pengurus UKM IQSAN periode 2021, dan para anggota UKM IQSAN UNTIDAR. Acara Apel ini dilaksanakan secara virtual sebagai wujud dukungan panitia untuk pencegahan penyebaran Covid-19. “Kondisi terikini Kota Magelang yaitu berada di Level 3, sehingga kegiatan yang dilakukan berbagai instansi harus tetap mematui protokol kesehatan secara ketat” Ujar Pegawai Kesbangpol Kota magelang disela-sela perizinan kegiatan UKM IQSAN. Acara ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari Para Pembina dan Dosen karena acara ini sangat bagus dan menarik sebagai wujud perayaan Hari Santri Nasional 2021.
Serangkaian acara tersebut meliputi Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pembacaan Pancasila, Pembacaan UUD 1945, Amanat dari Dosen Universitas Tidar, dan dilanjutkan menyanyikan lagu Ya Lal Wathon dan Mars hari Santri Nasional. Daniel Fahmi Rizal M.Hum dalam amanat yang disampaikan, beliau menyampaikan terkait makna santri. “ Santri itu mempunyai banyak makna. Zaman dahulu santri itu artinya orang yang belajar, yang hidup dilingkungan kyai atau bisa dikatan nderek kyai. Tapi pada saat ini santri itu sangat komplek, ada santri kalong, santri digital, Santri Enterprenuer dan lain-lain. Santri mempunyai peran penting dalam kemerdekaan bangsa indonesia” Ujar Daniel Fahmi Rizal. M.Hum.
Kegiatan Apel Virtual Kebangsaan tersebut ditutup oleh doa bersama untuk kemashlahatan bersama terutama untuk memperoleh berkah dari Para Habaib, Kyai dan Alim Ulama. Tema Hari Santri Nasional 2021 ini adalah Santri Siaga Jiwa Raga. (MAR)

Berita Acara Mangan #2

BERITA ACARA KEGIATAN MAGAN#2

I. IDENTITAS KEGIATAN
Materi : Pra acara MANGAN#2

Pelaksanaan
Hari/ Tanggal : Sabtu,18 – 24 September 2021
Waktu : 09.00 WIB – Selesai
Tempat : Whatsapps/IG

II. DESKRIPSI KEGIATAN
a. Peserta : Seluruh mahasiswa baru yang mendaftarkan diri di UKM iqsan

b. Detail Kegiatan : Penjelasan terkait dengan twinbbon,Q dan A di IG,Serta penjelasan pembuatan video terkait devisi yang dipilih oleh peserta

III. IDENTITAS KEGIATAN
Materi : Pembukaan acara,penampilan profil UKM,dan penjelasan terkait latar belakang kegiatan MANGAN
Pelaksanaan
Hari/ Tanggal : sabtu, 25 September 2021
Waktu : 09.00 – Selesai WIB
Tempat : zoom meeting/google meet

IV. DESKRIPSI KEGIATAN
a. Peserta : seluruh mahasiswa baru yang mendaftarkan diri di UKM IQSAN

b. Detail Kegiatan :Pembukaan acara MANGAN#2 yang dilanjutkan dengan penampilan profil UKM IQSAN,dan penjelasan latar belakang diadakanya kegiatan MANGAN#2,pengenalan devisi yang ada di UKM IQSAN,dan terdapat sesi tanya jawab untuk peserta.

V. IDENTITAS KEGIATAN
Materi : sharing alumni

Pelaksanaan
Hari/ Tanggal : Minggu, 26 September 2021
Waktu : 09.00 WIB – Selesai
Tempat : zoom meeting/google meet

VI. DESKRIPSI KEGIATAN
a. Peserta : seluruh mahasiswa baru yang mendaftarkan diri di UKM IQSAN

b. Detail Kegiatan : sahring-sharing dari 2 alumni yaitu mas Aris dengan materi organisasi dan mas Andi dengan materi manajemen diri,dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang di pandu oleh moderator,penampilan video terbaik peserta dan join ke group masing-masing devisi serta ditutup dengan doa.

VII. IDENTITAS KEGIATAN
Materi : Pasca Acara

Pelaksanaan
Hari/ Tanggal : Senin, 27 September 2021
Waktu : 09.00 WIB – Selesai
Tempat : Quizizz/G form

VIII. DESKRIPSI KEGIATAN
a. Peserta : seluruh mahasiswa baru yang mendaftarkan diri di UKM IQSAN

b. Detail Kegiatan : mengadakan kuis terkait metateri maupun terkait UKM IQSAN sendiri, menuliskan pesan kesan untuk acara MANGAN#2 bagi peserta dan terakhir mengisi goggle formulir jika peserta pindah devisi.

IX. JUARA DALAM KEGIATAN
Dalam kegiatan MANGAN#2 ini terdapat 2 kategori lomba yaitu video terbaik dan quizizz.disetiap kategori lomba terdapat 2 pemenang.

 Lomba video terbaik
1. Rima Susanti, Pendidikan IPA
2. Siti Lailatul Khusna, manajemen

 Quizizz
1. Widi Lestari, Pendidikan Biologi
2. Fajar Maulana, Pendidikan IPA

X. PENULIS : sekretaris UKM IQSAN

XI. DOKUMENTASI KEGIATAN

Islam? Haruskah Mencintai Indonesia?

Islam? Haruskah Mencintai Indonesia?
Haruskah mencintai tanah air menjadi kewajiban bagi setiap diri?
Islam berasal dari kata salima, yaslima, silman yang berarti damai, selamat dan sejahtera. Berdasarkan definisi tersebut, Islam harusnya menghadirkan kedamaian, kesejukan dan tentunya melalui jalan Islam yang ramah bukan yang marah. Dan bagaimana cinta tanah air dalam hukum Islam?
Dalam sebuah syair, dikatakan Hubbul Wathon minal Iman atau Cinta Tanah Air sebagian dari iman, Beberapa tokoh menganggap jika kalimat tersebut salah dan aneh, bahkan menganggap jika kalimat tersebut adalah hadits palsu. Dalam perjalanan sejarahnya, kalimat hubbul wathan minal iman memang bukan sebuah hadits. Prinsip tersebut pertama kali dicetuskan oleh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Konteks pencetusan kalimat tersebut adalah membangkitkan nasionalisme rakyat Indonesia untuk mengusir para penjajah.
Quraish Shihab mengungkapkan meski penisbahannya kalimat tersebut tidak sahih, Al-Qur’an mensejajarkan agama dan tanah air. Tanah air dibutuhkan sebab dia adalah ibu pertiwi dan dia menyayangi kita serta tidak kikir dengan segala apa yang dimiliki (Flora, 2020).
Dalam firman Allah yang berbunyi
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik, memberi sebagian hartamu kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama atau mengusir dari Tanah Airmu” (Al-Mumtahanah ayat 8)
Dalam tafsir kemenag, ayat ini memberikan ketentuan umum dan prinsip agama Islam dalam menjalin hubungan dengan orang-orang yang bukan Islam dalam satu negara. Kaum Muslimin diwajibkan bersikap baik dan bergaul dengan orang-orang kafir, selama mereka bersikap dan ingin bergaul baik, terutama dengan kaum Muslimin.
Nabi Agung Muhammad SAW juga menampakkan kecintaannya pada Makkah yang merupakan tanah air kelahirannya. Bahkan sebelum hijrah ke Madinah, Nabi berkata “Wahai Makkah, sumpah Demi Allah, engkau bumi yang paling aku cintai”. Beliau sangat mencintai kota Makkah bahkan sampai mengucap Wallahi yang artinya Demi Allah (Aru Elgete, 2019). Selain Nabi, para ulama juga turut menampilkan cintanya kepada bangsa dan negara. Bahkan tidak dalam kata-kata semata tapi rela mati saat memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa ulama yang menjadi pahlawan nasional seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan hingga KH Idham Cholid yang kini menghiasi mata uang Rupiah pecahan 5.000.
Berdasar beberapa perspektif tersebut, tentu sudah menjadi kepastian jika mencintai Indonesia adalah sebuah kewajiban. Sebab Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan dengannya kedamaian harus ditegakkan. Dalam realisasinya masa kini, mencintai tanah air tidak perlu bersusah payah menjadi prajurit perang, tidak usah berani mati apalagi merelakan diri bunuh diri. Bisa dengan membantu tetangga kanan dan kiri, jadi berprestasi, atau paling tidak jadi pribadi yang lebih baik lagi.
Jihad hari ini bukan untuk mati di jalan Allah, justru untuk hidup di jalan Allah.
Indonesia! Cintaku Padamu Akbar!

Meili Ekawati-Sains Al-Qur’an

Referensi
Aru Elgete, F. (2019, Januari 8). Nabi Muhammad Mencintai Tanah Airnya. Retrieved from Nu Online: http://nu.or.id
Flora, M. (2020, Mei 1). Quraish Shihab: Cinta Tanah Air Adalah Bagian dari Iman. Retrieved from Liputan6: http://m.liputan6.com
Kemenag, Q. (n.d.). Retrieved from http://quran.kemenag.go.id

Pengendalian Diri di Masa Pandemi dengan Bermujahadah

Unit Kegiatan Mahasiswa Iqsan Untidar, Selasa (13/7) 2021 menggelar acara mujahadah. Acara tersebut dilaksanakan secara semi offline-online. Offline dilaksanakan di basecamp UKM IQSAN yang berada di desa Dumpoh, Magelang. Untuk online nya dilaksanakan melalui google meet. Acara tersebut berjalan dengan lancar dan khidmat, dengan adanya acara tersebut diharapkan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, dapat mencapai musyahadah dan dapat mendapatkan keberuntungan. Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus dan anggota dari UKM Iqsan sendiri.

Agenda mujahadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tak lain juga sebagai ikhtiar batin secara spiritual dalam upaya mendoakan agar pandemi covid 19 segera selesai dan setiap orang sakit yang terpapar virus ini segera sembuh khususnya warga universitas Tidar. Dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB dengan susunan acara pembukaan, sambutan ketua umum UKM Iqsan Untidar, pembacaan rotibbul Hadad, pembacaan rotibbul sakron, tahlil, dan penutup.

Sebagai seorang muslim yang percaya akan kekuatan do’a sangat meyakini dengan mujahadah dapat berpengaruh pada kondisi wabah yang sedang melanda.
Sebagai mana dawuh kiyai kharismatik yang terkenal kewalianya yaitu waliyullah simbah kiyai haji Dalhar Watucongol beliau mengatakan “akan datang pada masanya musibah/penyakit melanda banyak orang mati karenanya, akan tetapi hanya mereka selamat yang masih mau bermujahadah”

Waktupun sudah menunjukkan pukul 16.46 acara mujahadah yang diagendakan oleh UKM Iqsan Untidar telah berakhir dengan baik dan lancar.

Peringatan Nuzulul Qur’an

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ () خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ () اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ () الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ () عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Iqra` bismi rabbikallażī khalaq (1) Khalaqal-insāna min ‘alaq (2) Iqra` wa rabbukal-akram (3) Allażī ‘allama bil-qalam (4) ‘Allamal-insāna mā lam ya’lam (5)”

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia (3) Yang mengajar (manusia) dengan pena (4) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (5)” (Al- Alaq/96: 1-5)
Lima ayat pertama dari surat di atas yaitu surat Al- Alaq adalah ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW saat beliau berada di Gua Hira pada tahun 610 M, malam ke-17 Ramadan. Peristiwa ini yang menjadi penanda diangkatnya beliau sebagai nabi dan rasul. Dan peristiwa ini juga disebut sebagai peristiwa Nuzulul Qur’an yaitu peristiwa pertama kali diturunkannya wahyu Allah SWT. Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berfokus pada Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana, tentu UKM IQSAN UNTIDAR turut memperingati Nuzulul Qur’an 2021.
Meski peristiwa Nuzulul Qur’an tahun ini masih diperingati dalam kondisi darurat akibat wabah Covid-19, Kamis (29/4) Divisi Tahfidz UKM IQSAN UNTIDAR berhasil menyelenggarakan kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an dengan mengangkat tema “Melukis Rasa, Memupuk Cinta Terhadap Al- Qur’an di Bulan Ramadan” tentunya dalam rangka memperingati peristiwa Nuzulul Qur’an 2021, meski dilakukan secara online menggunakan aplikasi zoom meeting. Kegiatan ini turut mengundang K.H. Muhammad Masyruh, S.Pd.I sebagai pemateri. Beliau adalah pengelola Pondok Pesantren dan Madin Nurul Iman Mirikerep, Madusari, Secang dan beliau juga menjabat sebagai kepala sekolah di MI Ma’arif Arrosyidin Mirikerep, Madusari, Secang. Dan kegiatan online ini dimoderatori oleh Meili Ekawati yang merupakan Kepala Divisi Sains Qur’an UKM IQSAN UNTIDAR. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri secara online oleh pembina, pengurus, dan anggota UKM IQSAN UNTIDAR. Kegiatan ini pun berjalan lancar hingga akhir, yang tentunya atas dukungan dari berbagai pihak.
Wabah Covid-19 tentu bukan halangan bagi kita semua untuk tetap memperingati peristiwa Nuzulul Qur’an. Semoga kita bisa membaca banyak makna dalam menghadapi wabah Covid-19 sesuai ayat yang pertama kali turun, yaitu Iqro’. Dan mampu menjadikan setiap peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk refleksi dan evaluasi tentang pedoman hidup yang sudah tercantum di dalam Al- Qur’an. Selain itu, semoga kita dapat mengambil hikmah/pelajaran dari berbagai peristiwa. Aamiin.

Syawalan IQSAN sebagai Ruang Refleksi Pasca Ramadhan

Syawalan IQSAN sebagai Ruang Refleksi Pasca Ramadhan
“Bangga sanget, saget kerawuhan mahasiswa ingkang kegiatane senantiasa mendekat dateng ulama” dawuh Mbah Kiai Abdul Hakim mengawali mauidzoh khasanahnya pada acara inti halal bi halal Syawalan IQSAN. Acara tersebut diadakan pada Sabtu, 29 Mei 2021 atau 17 Syawal 1442 H.
Bertempat di Rumah Rofiqotul Fitria selaku Bendahara Umum UKM IQSAN, acara Syawalan IQSAN dihadiri oleh keluarga besar UKM IQSAN. Mulai dari pengurus dan anggota, kemudian hadir juga Pembina UKM yaitu Pak Sukron Mazid M.Pd. Selain itu, Keluarga Alumni Ar-Ribathul Musthofa dan IQSAN UNTIDAR yang menjadi pionir berdirinya UKM IQSAN turut hadir dan hurmat hingga acara selesai.
Acara Syawalan diawali dengan Ziarah Kubur ke Makam KR. Syahid di Mantingan. Ziarah telah menjadi budaya dalam keluarga IQSAN. Hal ini dilatarbelakangi ziarah kubur memiliki hikmah tersendiri, khususnya ziarah ke makam kiyai atau ulama. Hikmah yang utama yaitu mengingatkan kepada mati dan sebagai ruang refleksi setiap manusia sejatinya tidak ada yang abadi.
Sebagai acara utama, halal bi halal di kediaman Rofiqoh membawa setiap pribadi untuk memberi ruang saling memaafkan. Dalam sambutan shohibul bait, Bapak Agus Latifudin melintasi sejarah peradaban menceritakan awal mula diadakannya halal bi halal. Beliau menyampaikan terkait pencetus halal bi halal adalah KH Wahab Chasbulloh.
“Dulu, Presiden Soekarno bingung cara mengumpulkan seluruh warga Indonesia dalam satu waktu. Kemudian beliau bermusyawarah dengan KH Wahab Chasbulloh. Muncullah nama halal bi halal yang diambil dari kalimat tolabul halalin bi toriqin halalin yang artinya mencari kebaikan dengan cara yang baik” Kata Bapak Agus yang merupakan Bapak dari Saudara Rofiqoh.
Setelah itu, Mauidzoh Khasanah disampaikan oleh Mbah Kiai Abdul Hakim yang tidak lain merupakan Kakek dari Rofiqoh. Beliau memberi petuah-petuah kepada para hadirin untuk selalu eling dan waspada. Menukil dari hadis riwayat Bukhari, Mbah Kiai menjelaskan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan untuk merasakan manisnya iman.
“Jika ia ingin mendapatkan manisnya iman, pertama dia harus mencintai Allah dan RasulNya lebih dari makhluk lainnya, kedua dia harus mencintai seseorang karena Allah, dan ketiga membenci kekufuran seperti dia membenci neraka” Pungkas Mbah Kiai.
Acara ditutup dengan pembacaan maulid dan syrakal sebagai wujud munajat rindu kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Alunan rebana mengiringi untaian kalimat cinta dan romansa kepada Insan paling mulia. Apakah ada cinta yang lebih sempurna kepada Al akhirul anbiya meski raga tak pernah berjumpa?

Meili Ekawati

Upgrade Diri di Hari yang Fitri

Upgrade Diri di Hari yang Fitri

Meili Ekawati (Kadiv Sains Quran)

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mengizinkan hari raya Idul Fitri untuk kembali di tahun ini. Sebagai momentum titik balik kesadaran diri, bahwa setiap pribadi harus meng- upgrade diri di hari spesial yang fitri. Sebab diantara seremonial takbir yang menggema diseluruh antero masjid hingga mushola, pamflet ucapan selamat hari raya Idul Fitri diiringi “taqabblaallahu minna wa minkum taqabbal ya karim” yang mendominasi berbagai media, Opor Ayam hingga Rendang yang jadi menu utama, ataupun baju baru atau baju lama. Semuanya harus diesensikan dalam rangka pembenahan pribadi yang lebih baik.

Perayaan Hari Raya Idul Fitri diadakan setelah puasa penuh selama bulan Ramadhan. Menilik sejarah yang ada, perayaan ini bebarengan dengan dua peristiwa besar. Peristiwa tersebut adalah kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar serta revitalisasi dua hari raya masyarakat Arab jahiliyah yang diadakan dengan pesta pora (Sunatullah, 2021). Keduanya memiliki pesan dan hikmah tersendiri. Kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar mengajarkan beberapa hikmah dan pelajaran (Abror, 2021), diantaranya yaitu:
1. Tidak Bermalas-malasan
Kondisi umat Muslim sedang dalam keadaan berpuasa. Tetapi hal itu tidak menyurutkan spirit mereka untuk berperang menegakkan agama Allah. Bahkan saat jumlah mereka jauh lebih sedikit dibanding kubu kaum Musyrik.
2. Selalu Berdoa kepada Allah
Meskipun Nabi Muhammad saw seorang rasul dan pasti dikabulkan semua doanya, tidak kemudian menjadikan beliau bersikap santai. Beliau tetap berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar diberi kemenangan atas kaum Musyrik. Saking khusyuknya doa Nabi saat perang Badar Kubra, Abu Bakar merasa iba melihat beliau terlalu lama bersujud dalam doanya
3. Pentingnya sikap Tawakal
Nabi Muhammad saw tidak hanya dikenal sebagai tokoh spiritual di tengah umatnya, tetapi juga sebagai komandan yang menguasai betul strategi perang. Dalam perang Badar Kubra, kita melihat bagaimana Nabi mengatur barisan tentara Muslim dan mengobarkan semangat jihad mereka. Tidak hanya itu, selain usaha zahir, beliau juga tetap berdoa dengan sungguh-sungguh agar diberi kemenangan. Hasilnya, pasukan Muslim memenangkan perang besar itu. Inilah balasan bagi hamba-hamba-Nya yang bertawakal. Mengimbangi amal dengan doa. Beramal tanpa doa adalah sombong, berdoa saja tanpa bertindak sama saja bohong.

Belajar dari sejarah yang ada, nilai-nilai kehidupan pada masa Rasulullah SAW masih sangat relevan jika dilakukan pada masa kini. Mengingat salah satu prinsip yang berbunyi “Almuhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”. Artinya adalah memelihara hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Kalimat tersebut memberi makna jika hal-hal baik di Bulan Ramadhan kemarin harus terus dipertahankan, kemudian dijaga, dikembangkan dan ditingkatan lagi.

Ramadhan memberi banyak pesan dan kenangan yang perlu menjadi perhatian. Pesan ukhuwah islamiyah yang semoga selalu terjaga tidak hanya dalam kegiatan buka bersama. Menahan diri dari segala nafsu meski tidak puasa. Tadarus Al-Qur’an siang malam yang terus berlanjut pasca lebaran hingga akhir hayat. Dan segala hal baik yang kita lakukan selama Ramadhan perlu dievaluasi, direvisi, dan di-upgrade sehingga puasa kita tidak sekedar menahan makan dan minum semata.

Referensi
Abror, M. (2021, April 29). Hikmah Peristiwa Perang Badar di Bulan Ramadhan. Retrieved from NU Online: https://nu.or.id/
Sunatullah. (2021, May 12). Hari Raya Idul Fitri: Sejarah, Keutamaan, dan Maknanya dalam Islam. Retrieved from NU Online: https://islam.nu.or.id/